Senin, 21 Maret 2011

Untuknya

Tulisan ini mengalir...
Tidak dibuat-buat...
Dan hanya akan kuberikan untukmu...
Seseorang, yang aku cintai melebihi dari apapun yang ada di dunia ini, selain keluargaku dan teman-temanku.

Dia, orang yang namanya tidak bisa kusebut.
Aku mencintainya...
Sungguh mencintainya...
Tidak akan pernah ada lelaki yang bisa melebihi keistimewaan dirinya di hatiku...
(mungkin dia sudah bosan mendengar hal ini).
Dia, yang selalu aku cintai. Tidak pernah bisa membuat aku berpaling pada lelaki manapun. Sesempurna apapun lelaki yang melebihi dirinya.
Dan ketika mereka menanyakan, "kenapa aku mencintainya?". aku menjawab, "aku tidak tahu".
Bahkan ketika dia sendiri pun menanyakan padaku "mengapa kamu cinta sama aku?". aku pun masih menjawab "nggak tahu".
Cinta ini mengalir, tanpa ada paksaan. Tanpa ada belas kasihan. Cinta ini aku berikan dengan penuh kasih sayang, yang tulus sedalam hatiku.
Aku tidak peduli sudah berapa liter airmata yang aku teteskan karena dirinya, sudah berapa lama penantianku akan dirinya, berapa banyak doa yang aku mohon untuk dirinya, berapa besarnya kesabaran aku menghadapi rasa sakit hati yang ia buat. Semuanya, semuanya, sudah tidak berharga bagiku...
Mungkin orang akan merasa amat sangat kasihan padaku, bagaimana mungkin aku bisa tetap mencintai orang sepertinya yang telah memberikan banyak luka dan kepedihan.
Cinta ini, mengalir, tulus, tanpa beban,..dan teramat sering dihantam oleh angin kencang, diterjang oleh kerasnya ombak lautan. Tapi, aku tetap sabar...

Mungkin dia tidak akan pernah tahu, rasa ini. teramat besar...untuknya.
Aku menyayangi dia, melebihi dari diriku sendiri.

Mungkin hanya dengan ini dapat kukatakan...
Tak tahu seberapa banyak kau akan mengerti diriku.
Tak tahu kapan kau akan mulai mencintaiku.
Tak tahu berapa lama aku akan menerima dirimu.
Tak tahu berapa lama kita akan bertahan.
Selama kita masih mengingat komitmen kita.
Selama cinta ini akan tetap dipertahankan.
Dan selama maut belum memisahkan kita.
Tapi, kita berharap di tempatNya yang indah pun kita akan tetap bersama.

Setiap hari kami berusaha menumbuhkan cinta di antara kami masing-masing.
Aku berharap selama dia masih ada di hati aku, dia tidak akan pernah pergi.
Aku nggak akan pergi dari dia, karena aku takut karma. Dan aku takut akan menyakiti perasaan lelaki manapun dan siapapun yang dia akan mencintaiku. sungguh, tidak ingin itu terulang lagi.
Menjadikan orang lain sebagai pelarian.
Aku tidak ingin mengenal aku yang dulu lagi, jahat dan tidak ada perasaan.
Aku ingin menjadi diriku yang lebih baik, bersama dirimu.
Sungguh, aku mencintaimu. dan kau tahu itu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar