Rabu, 02 Maret 2011

Kenapa Harus Pacaran

Buku ini dikasih sama mantan penggemar saya waktu masih SMP, namanya Miftach Udin. Orangnya manis, cakep, sederhana, dan menarik itu kesan pertama saya waktu pertama kenal. Dan satu lagi dia itu orangnya pemalu. hehehe, malu-malu kucing gitu dech, bukan malu-maluin. Kalau ditanya kenapa dia memberikan saya buku itu, saya juga bingung sih apa alasannya. Tapi, yang saya yakini saat itu sedang di luar kehendak dia memberikan buku ini. 
OK, ini nggak penting. karena disini saya bukan mau curcol tentang si Udin ini, melainkan lebih kepada isi buku ini.Tapi, maaf berhubung saya agak sulit membuat kata-kata indah sendiri, jadi mungkin lebih banyak yang copast dan tentunya saya akan melampirkan sumber referensinya donk. Karena kata dosen Metodologi Penelitian saya, bahwa mengutip tanpa memasukkan sumber secara jelas itu disebut dengan Plagiat. 
Ohya, sekedar tambahan aja. sebenarnya di dalam buku ini banyak sekali hal yang dibahas. Tapi, yang ingin saya masukkan disini lebih kepada Pacarannya itu sendiri. Cuma, kalau teman-teman pengen tahu isinya lebih banyak bisa beli bukunya langsung. Tapi, jangan sama saya, sama abang-abang yang jualan buku ini. Selain itu, buku ini menarik karena nggak hanya dalam bentuk kata-kata melainkan dikemas dalam bentuk komik mini juga. Hemm, pokoknya seru deh!
kenapa sih orang pada milih pacaran??? mmm, apa karena ingin lebih terikat dengan seseorang??? Atau ingin mengenal lawan jenis yang kita suka lebih pribadi??? seperti, apa punya rumah pribadi, mobil pribadi, yah asal sekretaris pribadi aja. Atau supaya ingin lebih dewasa, bijak, dan bertanggungjawab???  Yah, pikir - pikir aja alasan yang lainnya.  Nah, menurut buku yang saya baca ini alasan orang untuk memilih pacaran itu adalah karena beberapa hal. 
Pertama, pacaran itu pertanda kalau dia udah gede. Ngek-ngok, kalau badannya yang gede sih iya... Yah, nggak ngejamin lah dengan pacaran itu nunjukkin kalau seseorang itu udah dewasa. katanya sih kalau pacaran itu bisa buat pikiran kita lebih ke depan, mulai berfantasi akan masa depan. Nanti mau punya anak berapa, hidup seperti apa, kerja dimana. lah iya kalau pacaran itu buat semangat kerja terus punya uang banyak lah kalau malah bikin dompet makin tipis gimana?? nggak ada yang bisa menjamin itu kan??
Kedua, buat nyari hiburan. Ya ampunnn, emang kalian kurang kasih sayang orang tua?? adik, kakak? saudara? ckckck,,,Biasanya sih orang yang pacaran itu justru yang kurang kasih sayang. Jadi, dia nyari yang di luar deh.
Ketiga, ada yang bilang pacaran itu sebagai motivasi. Motivasi apa??? motivasi mengahancurkan masa depan iya tuh. Yah, nggak lah. Yang namanya pacaran itu justru merusak masa depan. Lah, kan fokusnya jadi terbagi-bagi, apalagi yang sampai mengutamakan sang pacar sebagai prioritas utama. Hemm, nggak banget deh. Sumber motivasi itu banyak kok, nggak selalu pacar. Dosen bisa, teman sebaya bisa, orangtua bisa, intinya nggak selalu dan melulu dari pacar. Justru pacaran itu bikin males. Males ngapa-ngapain. Yang tadinya harusnya waktu buat belajar, tiba-tiba pacar kita telpon otomatis kan mau nggak mau nggak mungkin donk kita diemin. Ntar dia ngomelngomel " kamu kenapa sih?? aku telepon nggak diangkat, aku sms nggak dibales?? kamu lagi jalan yah sama cewek lain???", terus ujung-ujungnya marahan. yah,,, bikin nggak hati padahal dia nggak tau kan kita sebenarnya lagi ngapain. yah, kayak-kayak begini yang bikin susah. Terus ntar mikirin, "aduh, minta maaf nggak yah??". terus kalau nggak ngajak baikan atau minta maaf duluan ntar dia mutusin. lah, lah, lah, hidup sengsara amat sih. Mana??? katanya pacaran itu buat hati kita berbunga-bunga. 
Bullshit donk berarti itu semua.

Nah, buat teman-teman yang baca ini. Coba dipikirkan kembali, terutama yang masih menjomblo ria. Pikirin positif dan negatifnya punya pacar. Lagipula, pacar kita itu belum tentu loh pasangan hidup kita. Yah, jodoh kan nggak ada yang pernah tahu. Saya juga menulis tentang ini, bukan berarti saya sok atau sombong nggak butuh cowok. Tapi, intinya yang perlu kita ambil adalah jangan jadikan pacaran yah sekedar main-main atau iseng-iseng, terus kalau dia nggak perhatian marah, kalau udah bosan terus diputusin. Kalau kata teman saya sih, " Dalam pacaran bosan itu wajar, tapi ingat komitmen". hehe...
Kalau buat teman-teman yang sudah punya pacar, jagalah keharmonisan dengan pacarnya. jangan sampai ternodai atau menodai hubungan yang sudah dibina. Pacaran itu, juga jangan selalu dan melulu untuk memuaskan seks. Tapi, pikirlah masa depan. Cuma, tetap aja sih mau bagaimanapun pacaran itu tidak diajarkan dalam ajaran agama, khususnya Islam. Karena yang namanya pacaran itu mendekati zina. Kan kita hidup di dunia ini hanya sementara sedangkan dosa orang yang berzina itu hukumannya berat sekali loh. Kamu mau ntar senang-senang di dunia terus di akhiratnya menderita. nggak kan?? 
Kalau punya pacar terus menjadi pendamping hidup kita nantinya itukan bagus. Tapi, jangan kelamaan juga sih pacarannya. Milih mana??? (untuk anak-anak muda) menikah muda atau disiksa di akhirat??? kalau seandainya si muda-mudi itu belum siap sih jangan dipaksain nikah dulu. Emangnya nikah itu gampang apa??? Butuh modal men, modal materi dan mental terutama. hehehe...
Isi di atas nggak semuanya plek ketiplek dari buku. ada kata-kata saya juga. cuma sekali lagi kalau teman-teman mau baca bukunya di bawah ini saya cantumkan sumbernya. siapa tahu bisa jadi koleksi perpustakaan baca di rumahnya kan. hehehe...Mungkin itu aja dulu deh yah teman-teman yang bisa saya share sama teman-teman sekalian. Sekali lagi, semuanya kembali ke teman-teman semua. Prinsip kalian itu bagaimana. Ingat!!! hidup itu harus punya prinsip.
Oke deh, tetap semangat dalam menjalankan berbagai aktivitas .
Tunggu postingan selanjutnya yah! yang pasti yang seru-seru deh...hehe
Muach...

Sumber :
Adawiyah, Robi'ah Al. 2004. Kenapa Harus Pacaran?!. Bandung : DAR! Mizan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar